Penyiraman Air Keras Aktifis STN Bermotif Dendam Lama

Pelaku penyiraman air keras.

SK.id – Ada perkembangan baru terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktifis agraria dari organisasi Serikat Tani Nasional, Sumatera Selatan. Dikutip dari media lokal detiksumsel.com, dari hasil pemeriksaaan oleh kepolisian terungkap motif pelaku adalah dendam lama terhadap korban.

Akibat tersinggung dan motif dendam lama, Alman alias Iluk (40), warga Desa Campang Tiga Ulu tega menyiram Erisyadi dengan cairan asam sulfat atau cuka para.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim, AKP M Ikang Ade Putra Sik menuturkan bahwa kejadian itu bermula saat korban pulang dari pengajian. Kemudian korban memanggil anaknya, Erysa Putra Jaya dari samping rumah untuk membuka pintu dan saat korban menunggu pintu dibuka, pelaku bersebelahan rumah datang. Ia langsung menyiramkan air keras ke arah korban.

Baca Juga :  Mall Sepi Pedagang Demo

Sontak korban berteriak meminta tolong dan berkata ‘tolong Iluk, Iluk’ dan pelaku langsung melarikan diri.

“Lalu Erysa keluar rumah dan melihat korban sudah tersiram air keras oleh pelaku. Kemudian korban langsung dilarikan ke Puskesmas Cempaka untuk dilakukan tindakan medis yang kemudian dirujuk ke RS Kayu Agung. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka bakar di bagian wajah, luka di tangan kanan, dan tangan kiri serta luka bagian dada,” terang AKP M Ikang Ade Putra

Mendapatkan laporan tersebut aparat kepolisian bergerak cepat, pada Minggu (21/6) pagi, anggota Tim Shadow Wallet Sat Reskrim Polres OKU Timur menggelar operasi penangkapan di rumah tersangka di Desa Campang Tiga Ulu, namun tersangka tidak berada di rumah. Tim SW meminta kepada pihak keluarga agar tersangka menyerahkan diri.

Baca Juga :  Mahfud Md Himbau Agar Anggota TNI dan Polri Tenang Soal Asabri

“Selang beberapa jam, pihak keluarga datang membawa tersangka untuk diserahkan kepada Sat Reskrim Polres OKU Timur. Selanjutnya tersangka ditangkap dan diproses hukum,” pungkas Kapolres.

Setelah diketahui motif berdasarkan pemeriksaan kepolisian tersebut maka dugaan ada keterkaitan kasus tersebut dengan konflik antara warga dengan PT. LPI tidak terbukti. Meski hingga saat ini masih terjadi konflik antara warga yang didampingi korban dengan PT. LPI. ***

Tulis Komentar Anda

Tulis #komentarcerdas Anda

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Biasakan berkomentar secara bijak #koemntarcerdas #komentarbijak


*