Soal Peluang Taufik Hidayat Tersangka, Ini Kata KPK


SK.id – Pada persidangan lalu mantan Menpora, Imam Nahrawi sempat meminta agar Taufik Hidayat dijadikan tersangka korupsi yang menyeret dirinya. Menanggapi itu plt juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, tak menutup kemungkinan pihaknya melakukan pengembangan perkara terhadap pihak lain yang diduga terlibat kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI yang melibatkan Imam Nahrawi. Hal ini termasuk keterlibatan mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat.

“Pengembangan perkara ini sangat mungkin dilakukan KPK, sejauh fakta-fakta hukum sebagaimana keterangan saksi-saksi yang ada saling bersesuaian satu sama lain,” kata Ali kepada media beberapa waktu lalu.

Namun lanjutnya, KPK tidak sembarangan menetapkan seseorang jadi tersangka. Bukti permulaan yang cukup harus ditemukan untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka, jadi bukan karena ada permintaan pihak mana pun.

Baca Juga :  10 Orang Terbaik Untuk KPK

“KPK dalam menetapkan tersangka dasarnya adalah karena setidaknya ada dua bukti permulaan yang cukup,” kata Ali menegaskan.

Dalam pleidoinya Jumat (19/6), Nahrawi menyinggung keterlibatan mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat. Bahkan, Nahrawi juga meminta agar Taufik turut dijadikan tersangka dalam perkara ini.

“Seharusnya bila ini dipaksakan menjadi perkara suap, secara logika Taufik Hidayat juga menjadi tersangka suap sebagai perantara, tidak pandang beliau mengerti atau tidak uang itu harus diapakan dan dikemanakan,” kata Nahrawi dalam pleidoinya.

Taufik yang merupakan wakil ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 mengakui menjadi kurir penerima uang untuk Nahrawi. Pengakuan Taufik diungkapkan saat ia menjadi saksi di persidangan.

Baca Juga :  KPK Kembalikan Mandat, KPK Berpolitik

“Saya hanya diminta tolong seperti itu di telepon dan ya saya sebagai kerabat di situ ya saya membantu, tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam kalau uang sudah dititipkan ke Ulum,” kata Taufik di Jakarta, Rabu (6/5).***

Tulis Komentar Anda

Tulis #komentarcerdas Anda

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Biasakan berkomentar secara bijak #koemntarcerdas #komentarbijak


*