Disoal Gaya Hidup, Ketua KPK Dipanggil Dewas


SK.id – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, melaporkan Firli ke Dewan Pengawas KPK terkait penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, Sabtu, 20 Juni 2020. Perjalanan Firli ke Baturaja untuk ziarah makam orang tua.

Boyamin mengungkapkan Firli naik helikopter jenis Helimousine President Air yang pernah juga digunakan motivator Tung Desem Waringin. Helikopter tersebut milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO

Atas aduan tersebut, Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti aduan terkait gaya hidup mewah Ketua KPK Firli Bahuri. Mantan Deputi Penindakan Komisi Antirasuah itu segera dipanggil.

“Karena yang diadukan adalah Ketua KPK, tentu pihak yang diadukan juga akan diklarifikasi oleh Dewas,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2020.

Baca Juga :  Dialog Sumpah Pemuda LMND : Pentingnya Persatuan Nasional

Pihaknya menugaskan tim melakukan identifikasi fakta pengaduan tersebut. Ia mengupayakan tindak lanjut pengaduan secara maksimal.
“Terima kasih atas perhatian dari masyarakat untuk terus menjaga KPK agar senantiasa bergerak di relnya,” ujar Tumpak.

Desakan pemeriksaan etik pada Firli datang dari ICW. Kurnia menilai penggunaan helikopter merupakan fasilitas dari pihak tertentu. Ia menduga telah terjadi tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi. Asal usul pemberian fasilitas helikopter saat Firli melakukan kunjungan juga diharapkan mendapat sorotan dari Dewas KPK, sehingga motiv dari pemberian dan pemakaian fasilitas helikopter tersebut diketahui.

Dewas seharusnya tidak lagi ragu untuk dapat memanggil yang bersangkutan. Kemudian mendalami terkait dengan dugaan pelanggaran ini,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana.***

Tulis Komentar Anda

Tulis #komentarcerdas Anda

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Biasakan berkomentar secara bijak #koemntarcerdas #komentarbijak


*